Cara Jitu Budidaya Pepaya California

Pepaya California adalah jenis buah tropis yang booming dan membentur. Ukurannya tidak terlalu besar, dengan warna daging yang menarik dan rasa manis yang membuat buah ini begitu populer di masyarakat.

Tanaman pepaya (Carica papaya L) berasal dari Meksiko selatan dan Nikaragua. Kemudian mulai dibudidayakan dan didistribusikan di negara-negara tropis, termasuk Indonesia, untuk menanam waluh. Tanaman pepaya sendiri cukup mudah tumbuh, terutama mengingat sebagian besar tanah berpasir yang subur di Indonesia memiliki banyak sinar matahari.

Cara Jitu Budidaya Pepaya California

California Pepaya adalah varietas pepaya unggul. Dengan usia dini batang yang tidak terlalu tinggi hanya 1,5 hingga 2 meter, ia juga bisa dipanen dalam 8 hingga 9 bulan. Tanaman pepaya California dapat terus tumbuh dan memanen hingga usia 4 tahun untuk transplantasi mangga beraroma. Frekuensi panen dapat dilakukan setiap minggu dan 2-3 buah dapat dipanen setiap kali. Setiap kali panen bisa mencapai 1,9 hingga 3,6 ton per hektar.

Untuk melihat seberapa terbuka potensi pasar dan pilihan yang berkembang. Jadi, tentu saja, menanam pepaya di California dapat menjadi pilihan bisnis alternatif bagi Anda yang memiliki lahan besar tetapi tidak terpakai untuk menanam padi dan berusia 14 tahun. Alih-alih tetap tidak digunakan, itu harus digunakan untuk menanam pepaya di California untuk keuntungan. Tentu saja, menanam pepaya tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang memenuhi syarat untuk sukses. Berikut adalah 5 cara untuk mengembangbiakkan pepaya California yang pasti akan berhasil.

1. Taman kanak-kanak

Tahap awal pertumbuhan pepaya California adalah proses pembibitan atau taman kanak-kanak. Karena jika ditanam langsung di dalam negeri, risiko kegagalan lebih besar dibandingkan dengan perawatan tanaman buah jambu biji. Karena penaburan sebelumnya, tanaman dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, karena sudah memiliki struktur akar yang kuat. Beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai fase pelatihan adalah sebagai berikut:

Pertama, gunakan benih atau benih yang berkualitas tinggi dan bersertifikat, serta benih dengan produktivitas tinggi.

Setelah itu, simpan bijinya di tempat yang dingin dan jangan sampai terkena sinar matahari langsung.

Setelah benih siap, Anda bisa menyiapkan polybag yang berisi media tanam.

Media pertumbuhan terdiri dari tanah halus dan kompos, yang dimasukkan ke dalam polybag.

Sebelum disemai, benih harus direndam dalam air selama 1 jam.

Kemudian pilih benih yang tenggelam dan buang biji yang mengambang di air.

Setelah itu, bibit dalam biji polybag setidaknya berukuran 0,5-1 cm sampai biji ditutup di bawah permukaan media.

Tempatkan polybag di tempat yang dingin dan sirami secara teratur.

Setelah 1 minggu, benih mulai tumbuh.

Pemeliharaan harus dilanjutkan sampai tanaman siap dipindahkan ke area penanaman.

2. Mengolah area penanaman

Saat Anda menunggu benih siap untuk dibawa ke area penanaman, Anda dapat mengolah area penanaman seperti menanam buah noni. Pertanian dapat dilakukan secara manual dan tradisional, tetapi juga dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti bajak atau traktor untuk area yang luas. Persiapan lahan tanam dapat dilakukan sebagai berikut:

Longgarkan tanah tanam dengan memotong hingga 10 cm.

Lalu buat lubang tanam sedalam 20-30 cm dengan panjang dan lebar 10 cm.

Jika tidak ada banyak usaha, Anda dapat membuat tempat tidur untuk membuat air mengalir lebih merata.

Pastikan Anda menaruh pupuk kandang di lubang tanam.

Kemudian biarkan selama 1 minggu.

Kemudian putar pupuk kandang kembali dan menembus sisa tanah sampai penggalian diaduk secara merata.

Dan tunggu sampai benih siap dibawa ke area penanaman.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>